Jangan Mendidik Anak Dengan Keras, Ini Dampaknya

Jangan Mendidik Anak Dengan Keras, Ini Dampaknya

Dalam berbagai perbedaan kepentingan dan “rasa” anak pun memunculkan sikap membantah sebagai unjuk diri. Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa kondisi anak melawan orangtua itu tidak selalu salah, mereka adalah bentukan dari kepribadian kedua orangtuanya. Jika orangtuanya mendidik dengan baik tapi anak melawan orangtua mungkin efek lingkungan, atau sebaliknya. Anak yang punya pendapat tetapi tidak didengar oleh orangtua akan marah dan mengecam bahwa dia punya keputusan sendiri. Inilah salah dari orang tua yang lalai dan tidak peka dengan opini dari anak.

Terlalu sering mengkritik à Anak yang orangtuanya terlalu sering mengritik akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri atau menuntut kesempurnaan dalam segala hal. Saat ia melakukan kesalahan, mereka merasa tidak berguna dan marah. Terlalu dimanjakan à Berusaha memenuhi setiap permintaan anak akan membuat anak sulit merasa puas dan membuat mereka suka memaksa. Dengan berkomitmen pada suatu keputusan, akan mengajarkan anak untuk patuh padanya.

Dari laman belajarpsikologi.com, dijelaskan bahwa anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Akan tetapi, sering kali kemampuannya tak sekuat keinginannya. Hal ini sering membuat anak-anak merasa kesal sehingga menuntunnya untuk marah-marah. Jelaskan bahwa COVID-19 tidak ada kaitannya dengan penampilan, negara asal, atau bahasa seseorang. Sampaikan kepada anak bahwa kita bisa mengasihi mereka yang tengah sakit atau petugas medis yang terus bekerja.

SERAMBINEW.COM – Anak adalah amanah dari Allah SWT. Kewajiban kita orang tua mengasuh, mendidik dan membesarkannya. Menurut Diah dengan komunikasi langsung bisa menjalin kedekatan antara orangtua dengan anak. Sementara imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Pola asuh ini akan menentukan bagaimana anak tumbuh kedepannya. Anak yang dididik dengan keras maka akan tumbuh pula dengan jiwa keras, anak yang dididik dengan kelembutan maka juga akan tumbuh dengan jiwa yang lembut.

Saat menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan, mungkin tanpa sadar kita akan mengeluh. Sering mengeluh di depan anak, secara tidak langsung mengajarkan anak untuk tidak bersyukur dengan kondisinya. Tricia memberi saran dengan memulai memberikan suatu janji pada anak.

Masalah ini, seberapa besar pun itu menurut mereka, tentu mempengaruhi emosi, cara berpikir dan bertindak. Di mana mereka mudah meledak jika apa yang mereka inginkan tidak sesuai dengan harapan. Misalnya saja orangtua yang ingin beristirahat dan merenggankan tubuh setelah lelah bekerja di kantor. Ketika anak marah dan menangis di tempat umum, jangan langsung panik dan tergesa-gesa mendiamkan anak dengan cara membentak atau memukulnya. Gendong anak ke tempat yang lebih sepi, lalu berkomunikasilah baik-baik dengan anak.

Cara agar anak tidak melawan orang tua

Saat Anda mencintai Si Kecil dengan tulus, anak pun akan merasa “malu” saat melawan orang tuanya. Ketika anak remaja ingin melakukan hal yang menyimpang, tentunya kewajiban orang tua adalah mencegahnya. Jelaskan berbagai risiko yang kemungkinan terjadi terhadap sesuatu yang akan mereka lakukan. Dengan mengetahui risiko yang kemungkinan terjadi, memungkinkan para remaja untuk lebih berpikir lebih jernih. Dilansir dari klikdokter.com, emosi pada remaja yang masih labil dan sering kali dipengaruhi mood, membuat mereka rentan mengalami depresi.

Leave a Reply