4 Cara Efektif Agar Anak Remaja Anda Mau Mendengarkan Anda

4 Cara Efektif Agar Anak Remaja Anda Mau Mendengarkan Anda

Atau mengajarkan anak untuk bisa menghargai uang, menabung sedari kecil. Sikap saling menghormati, menghargai, dan berbagi akan berguna saat nanti si anak dewasa. Jika dibentak, apalagi sampai melakukan kekerasan, anak justru akan merasa ketakutan dan bisa berdampak buruk bagi perkembangan otak maupun psikologisnya. Dr. Churbock memberikan saran berikut ini untuk mengatasi penyebab utama mengapa anak-anak tidak mematuhi orang tua. Pemberian ASI merupakan nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan cara optimum untuk memberi makan kepada bayi.

“Tak mudah dalam menghadapi anak. Namun, semua bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik.” Di sisi lain, para orang tua kerap memberikan harapan yang tinggi sehingga lalai dengan keinginan anak-anak sendiri. Padahal, dengan mendengarkan pikiran anak-anak, bisa menemukan jalan keluar yang sesuai. Dia bisa memberi tahu mereka tentang mainan baru.Libatkan anak dalam permainan pura-pura.

Jelaskan berbagai risiko yang kemungkinan terjadi terhadap sesuatu yang akan mereka lakukan. Dengan mengetahui risiko yang kemungkinan terjadi, memungkinkan para remaja untuk lebih berpikir lebih jernih. Karena ia tidak pernah dilarang dalam melakukan sesuatu, hingga tidak adanya pengawasan. Nah, di sini orang tua harus pandai mengajarkan anak tentang budaya keluarga, dan buatlah budaya keluarga yang baik, mana hal yang benar dan salah, dan sebagainya. Menjadi akrab dengan anak memang tidak salah, namun berilah pengetahuan bahwa keakraban orang tua dengan seorang teman itu berbeda. Karena orang tua tetap memiliki kekuasaan dalam mengatur anak, sedangkan seorang teman tidak bisa mengatur.

DokterSehat.Com– Setiap orang tua tentu ingin nasihatnya bisa didengar anak. Namun kadang anak lebih suka membantah orang tua dan bersikap semaunya sendiri. Situasi ini kadang membuat orang tua kesal dan serba salah dalam menghadapi anak. Apabila orang tua menerapkan pola demokratis yang senantiasa mendengarkan dan bertukar pendapat dengan anak, hal ini tidak akan terjadi. Anak akan tahu bagaimana cara untuk menyampaikan keinginannya dan dia bisa mendapatkan hal tersebut sesuai dengan keinginannya melalui komunikasi yang baik.

Selain itu, beberapa tips juga bisa dicoba untuk mengatasi hal ini. Berikut alasan mengapa anak tak mau mendengarkan orangtua dan cara mengatasinya. Berteriak untuk mendapatkan perhatian anak sebenarnya kurang efektif. Lebih baik, coba mundur dan kenali bahwa anak bersikap seperti itu bukan berarti ingin meremehkan orangtua, tapi itu perilaku wajar anak seusianya. “Anak-anak di usia ini menghabiskan banyak waktunya di sekolah dan mengikuti perintah. Sekolah memberi tuntutan yang besar, sehingga mereka cuma punya sedikit kesempatan untuk bebas, tidak stres, dan melatih pilihan mereka sendiri,” kata psikolog anak Carla Fick.

Sebaliknya, anak yang sejak kecil diberi kepercayaan untuk mengungkapkan pendapat dan melakukan kegiatannya justru akan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab di masa depan. Selain itu, kemampuan kognitif anak untuk memahami logika sebab akibat dan hal-hal abstrak masih sangat terbatas. Karena itu, coba bantu anak memahami perasaannya sendiri dengan hal yang konkrit sehingga lebih mudah dipahami untuk anak-anak seusianya. Bantu anak juga untuk belajar bagaimana mengungkapkan apa yang ia rasakan melalui kata-kata. Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, pola asuh yang baik dari orangtua dan lingkungan terdekat akan menentukan kualitas seorang anak. Namun, ada norma dan pedoman umum yang berguna untuk menjaga komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Ia akan berpikir jika nantinya salah, maka orangtua tidak akan menghukumnya. Hal ini lambat laun membuat anak terlalu bergantung kepada orangtua dan masa bodoh dengan kesalahan yang diperbuatnya. Anak akan takut bertemu dengan orang banyak, takut untuk mencoba dan melakukan hal baru, bahkan anak cenderung mengurung diri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Cara agar anak mau mendengarkan kata orang tua

Tentu saja penerapan nilai ini harus selalu menjadi bagian dalam mendidik anak. Oleh karena itu, ketika Anda memberinya instruksi, pastikan untuk tetap tenang dan bernapas dengan santai sehingga anak juga meniru Anda. JikaParents merasa cemas atau panik sendiri, anak akan menangkap energi itu dan mencerminkan perilaku yang sama. Mari kita lihat kalimat positif apa saja yang bisa digunakan ketika anak-anak tidak mau mendengarkan. Meski ia mendengar apa yang kita katakan, balita lebih memilih untuk mengabaikannya.

Meskipun terasa sederhana, hal ini membuat si Kecil merasa diapresiasi atas kebaikan yang ia lakukan. Coba sampaikan betapa bangganya Anda ketika si Kecil mau berubah semakin baik karena mau mendengar nasihat Anda, hanya dengan mengucapankan, terima kasih. Alih-alih ingin merasa segalanya harus dituruti, cobalah menasihati anak berdasarkan apa yang dia inginkan. Pasalnya, ketika anak merasa orang tua mendengarkan dan memahami dirinya, ia akan jauh merasa lebih dihargai.

Tentunya, pola asuh yang diterapkan pada anak yang satu dan anak lainnya berbeda-beda dan bergantung pada temperamen anak. Beberapa orangtua mungkin menerapkan pola asuh permisif yang tidak membatasi anak akan sesuatu. Namun, beberapa yang lain mungkin saja menerapkan pola asuh “Helicopter Parenting” yang selalu mengawasi anak-anak kapan saja dan di mana saja.

Leave a Reply